Caption Foto 1: Deputi Bidang Politik, Hukum, Pertahanan, dan Keamanan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Bogat Widyatmoko, di Nusa Dua, Bali, Minggu (1/9/2024) menekankan pentingnya kolabor
Deputi Bogat pun menegaskan HLF MSP 2024 turut memberi efek ekonomi baik langsung maupun tidak langsung kepada masyarakat di Bali.
“Estimasi kasarnya, efek trickle-down dari HLF MSP bisa mencapai Rp100 miliar. Ini baru dampak langsungnya, belum termasuk dampak tidak langsung yang juga harus diperhitungkan,” jelas Deputi Bogat.
Penyelenggaraan HLF MSP 2024 berbarengan dengan IAF II merupakan bagian dari peringatan 69 tahun Konferensi Asia-Afrika, yang menekankan pentingnya solidaritas dan kerja sama negara-negara berkembang.
Kedua forum diharapkan menjadi platform strategis untuk mempertemukan pemangku kepentingan dari seluruh dunia dalam merancang masa depan yang lebih inklusif dan berkelanjutan, sesuai dengan semangat Bandung Spirit yang telah menjadi fondasi sejak tahun 1955.
Saat yang sama Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Abdul Kadir Jailani, turut mengapresiasi kerja sama yang erat antara Kementerian PPN/Bappenas dan Kementerian Luar Negeri dalam menyukseskan kedua forum internasional.
“Saya berharap kerja keras dan kolaborasi ini memastikan bahwa forum ini akan menjadi momen penting dalam hubungan Indonesia dan Afrika,” ujarnya.
Kolaborasi lintas sektor dalam HLF MSP 2024 menandakan langkah maju bagi Indonesia dalam membangun hubungan internasional yang lebih kuat dan mendukung pencapaian TPB/SDGs.
Dengan komitmen yang kuat dari seluruh pihak, forum ini diharapkan dapat membawa dampak positif yang berkelanjutan bagi seluruh peserta dan menciptakan solusi inovatif untuk menghadapi tantangan global.
Comments 0