"Walaupun banyak tantangan, namun berkat kolaborasi dan sinergitas bersama Kementerian/Lembaga terkait, serta dukungan Pemerintah Daerah dan pihak keamanan TNI/Polri guna kesinambungan operasional penerbangan angkutan udara perintis," jelasnya.
Adapun realisasi penerbangan angkutan udara perintis penumpang tahun 2022 mencapai 99,7% dan untuk penerbangan perintis kargo mencapai 98%.
"Realisasi penerbangan yang tidak mencapai 100% biasanya disebabkan oleh beberapa kendala seperti cuaca buruk, aspek keamanan dan ketersediaan barang," ujarnya.
Berdasarkan data dari Kementerian Perdagangan terhadap disparitas harga mempunyai dampak positif. Sebagai contoh di Kabupaten Luwu Utara, terdapat penurunan harga minyak goreng sebesar 46,15% jika menggunakan program jembatan udara, yang semula seharga Rp. 65.000,- per liter menjadi Rp. 35.000,- per liter.Â
“Kedepannya, diharapkan program ini terus berjalan untuk membuka keterisolasian Daerah 3TP, meningkatkan pemerataan pembangunan, dan menekan disparitas harga sehingga dapat meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat.
Comments 0