Penandatanganan 11 rute penerbangan perintis di Ambon. Foto dok Kemenhub
Mohammad Malawat menuturkan betapa besar kebutuhan masyarakat Maluku akan penerbangan perintis di wilayah Maluku. Kondisi laut terbilang ekstrim, sewaktu-waktu cuaca berubah sehingga kapal sangat susah untuk berlabuh dan satu-satunya akses yang bisa dilalui hanya melalui udara.
Kadishub Provinsi Maluku mengatakan arus pergerakan orang cukup besar di Maluku, karena berbatasan dengan Maluku Barat Daya dan Kupang, Nusa Tenggara Timur.
"Kami berharap dengan beroperasinya Angkutan Udara Perintis penumpang dapat membantu meningkatkanperekonomian dan pariwisata di Maluku dan sekitarnya," kata dia.
Comments 0