JPPI Beberkan Jumlah Korban Keracunan MBG Mencapai 10.000

Restu Hanif
Oct 05, 2025

Koordinator JPPI Ubaid Matraji. Foto: ist.

KOSADATAJaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mengungkapkan korban keracunan akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga kini bertambah mencapai 10.482 orang. Hal ini, menurut JPPI menjadi sebuah pertanyaan, mengingat pemerintah sudah menutup sementara dapur yang bermasalah.

Koordinator JPPI Ubaid Matraji menjelaskan, terdapat penambahan sebanyak 1.833 korban keracunan hanya dalam lima hari atau selama periode 29 September - 3 Oktober 2025. Kenaikan jumlah keracunan ini lebih tinggi dibanding rata-rata korban mingguan selama September yang mencapai 1.5341 anak per minggu.

"Dengan data ini, kita bisa simpulkan bahwa penutupan sebagian SPPG sama sekali tidak efektif," kata Ubaid melalui keterangan tertulis pada Minggu, 5 Oktober 2025.

Menurut laporan JPPI, jumlah korban keracunan akibat MBG justru semakin melonjak seiring dengan pemerintah menutup satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) bermasalah pada akhir September lalu. Bahkan, kasus keracunan menyebar ke dua provinsi baru, yakni Sumatera Barat sebanyak 122 anak dan Kalimantan Tengah 27 anak.

Dengan melonjaknya kasus keracunan tersebut, JPPI menyebut kini telah terjadi penolakan terhadap program MBG selama sepekan terakhir. Penolakan datang dari satuan pendidikan hingga orang tua murid. Penolakan tersebut di antaranya muncul di Tasikmalaya, Madura, Agam, Yogyakarta, Jakarta, Serang, Semarang, Batu, Polewali Mandar, dan Rembang.

Karena hal tersebut, Ubaid mendesak pemerintah untuk menutup seluruh dapur MBG sampai proses audit dan perbaikan kualitas dapur selesai, karena menurutnya, dengan data keracunan yang justru semakin meningkat, penutupan sebagian SPPG tidaklah efektif.

"Jika tidak semua dapur ditutup, dikhawatirkan jumlah korban dan keselamatan nyawa anak terus terancam," ujarnya.***

Update terus berita terkini KOSADATA di Google News.

Related Post

Post a Comment

Comments 0