Kunjungan Dishub Depok dengan BPTJ di Stasiun Pondok Rajeg, kemarin. Foto dok Kemenhub
Zamrowi juga menyampaikan bahwa D09 saat ini sedang persiapan untuk berubah menjadi angkot AC atau biasa disebut Mikro Trans Depok. Total angkot yang diremajakan sejumlah 27 unit.
“Dengan akan beroperasinya stasiun ini maka rute D09 dan D10 nantinya akan diperpanjang ke arah Stasiun Pondok Rajeg”, imbuh Zamrowi.
Zamrowi mengungkapkan langkah kedepan yang telah diupayakan untuk mendukung layanan Stasiun Pondok Rajeg adalah dengan melakukan pembebasan lahan di samping Stasiun Pondok Rajeg.
“Tahun ini Kami telah menginventarisir kebutuhan titik-titik untuk rencana pengendapan angkot. Adapun lahan di samping stasiun Insyallah tahun depan akan dibebaskan untuk pembangunan Terminal Tipe C dengan menggunakan APBD 2025. Nantinya kedepan angkot akan siap melayani kebutuhan masyarakat yang akan melakukan mobilitas terutama yang menggunakan layanan kereta commuter”, tambah Zamrowi.
Pondok Rajeg mulai direaktivasi sejak tahun 2020 oleh BPTJ, diawali dengan penyusunan studi kelayakan dan dilanjutkan dengan desain stasiun serta kajian lalu lintas pada tahun 2021.
Konstruksi Pembangunan dilakukan pada tahun 2022 sampai dengan 2023 yang meliputi pengangkatan track dan listrik aliran atas (LAA) serta pengembangan struktur bawah bangunan stasiun dan peron.
Saat ini Stasiun Pondok Rajeg telah diserahkan asetnya kepada Ditjen Perkeretaapian melalui Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Jakarta.
Reaktivasi ini dilakukan untuk mengurai penumpukan penumpang di Stasiun Cibinong, Stasiun Citayam dan juga Stasiun Depok serta mengurai kepadatan lalu lintas di wilayah Kecamatan
Comments 0