Kawasan pemulung di dekat RSUD Kebayoran Lama, RW 05 Kelurahan Kebayoran Lama Utara, Jakarta Selatan terbakar. Foto: ist
KOSADATA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyatakan pembaruan instalasi listrik saat sudah berusia tua dapat berisiko korsleting listrik dan berakibat Kebakaran. Khusunya di permukiman padat penduduk.
“Saat saya tinjau lokasi Kebakaran, sangat miris, di rumah-rumah kecil saya lihat kabelnya tua semua, bahkan ada yang disambung sendiri dengan isolasi atau serabut seperti rambut,” ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Isnawa Adji di Jakarta, Rabu (4/10/2023).
Isnawa mengatakan instalasi listrik yang masih kuno dan tidak dirakit dengan baik yang dibiarkan begitu saja menjadi salah satu faktor penyebab Kebakaran di pemukiman padat di Jakarta.
“Saya jarang mendengar ada rumah mengganti instalasi listrik secara mandiri, apalagi di kawasan hunian padat,” ujarnya.
Dikatakan Isnawa, saat ini banyak dan beragam jenis perangkat elektronik yang bisa dipergunakan di setiap rumah warga dibandingkan masa lalu.
"Sekarang ini semakin banyak dan beragamnya jenis perangkat elektronik yang digunakan di rumah-rumah penduduk saat ini dibandingkan masa lalu membuat penggunaan listrik melonjak," ucapnya.
Oleh karena itu, kata Isnawa, instalasi listrik yang terpasang di rumah harus dipastikan mampu mengakomodasi tingginya penggunaan listrik sehari-hari.
Menurutnya, salah satu strategi memperbarui instalasi listrik di rumah warga, pihaknya tengah menggagas skema kerja sama tanggung jawab sosial dan lingkungan (CSR) dengan perusahaan swasta.
“Sepertinya bisa kami adakan program kerja sama CSR, kami ajak perusahaan lakukan bedah instalasi listrik di rumah warga tidak mampu,” ucapnya.
BPBD memperkirakan biaya bedah instalasi listrik untuk sebuah rumah petak kecil berada di rentang harga Rp900 ribu hingga Rp1 juta.
Sehingga, sebagai contoh, apabila pihak swasta
Comments 0