Direktur Research and Development Gerak Jakarta, Achmad Zamzami. Foto: ist
Penyebab banjir sangat kompleks, mulai dari curah hujan ekstrem akibat perubahan iklim, penurunan muka tanah hingga 12 sentimeter per tahun, hingga sistem drainase yang belum optimal.
Survei juga menyoroti pengelolaan sampah yang belum optimal. Tingkat kepuasan warga dalam hal ini hanya mencapai 46,7 persen. Sampah yang menumpuk tak hanya merusak estetika kota, tetapi juga memicu banjir dan mencemari lingkungan. Selain itu, soal keamanan dan rasa aman warga, tingkat kepuasan hanya sekitar 43 persen.
“Pemerintah perlu memastikan penanganan masalah-masalah ini dilakukan secara terpadu dan melibatkan masyarakat. Perubahan perilaku, terutama dalam penggunaan transportasi umum dan pengelolaan sampah, harus menjadi prioritas,” ungkap Zamzami.
Meski begitu, tingginya kepuasan warga menjadi modal sosial yang penting bagi Pemprov DKI Jakarta. Zamzami menilai, momentum menjelang usia 500 tahun Jakarta harus dimanfaatkan pemerintah untuk mempercepat transformasi ibu kota menjadi kota global yang bersih, nyaman, dan layak huni.
“Waktu Jakarta tidak banyak. Pemimpin kota ini harus lebih sering turun ke lapangan, dengar langsung keluhan warga, dan pastikan program berjalan efektif,” kata dia.
Survei Litbang Kompas ini melibatkan 610 responden warga Jakarta, yang dipilih secara acak dengan metode stratified random sampling. Margin of error survei sebesar ±4 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.***
Comments 0