Indonesia Juara Manufaktur ASEAN, Menperin Puji Industri Air Minum

Ida Farida
Nov 17, 2025

Foto: ist

KOSADATAMenteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita mengapresiasi kontribusi Perkumpulan/Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Seluruh Indonesia (Aspadin) sebagai wadah pelaku industri AMDK nasional dan mitra pemerintah dalam membangun industri yang sehat dan berdaya saing.

Dalam pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) XI Aspadin di Hotel Ciputra, Jakarta Barat, Rabu (12/11/2025) lalu, Agus memaparkan capaian industri pengolahan nasional yang dinilai menguat di tengah dinamika ekonomi global.

Berdasarkan data Bank Dunia 2024, Indonesia menduduki peringkat pertama di kawasan ASEAN untuk Nilai Tambah Industri Pengolahan (Manufacturing Value Added/MVA) sebesar USD 265,07 miliar. Angka ini lebih dari dua kali lipat capaian Thailand yang berada di peringkat kedua dengan MVA USD 128,04 miliar.

Agus juga menyebut Indonesia masuk dalam kelompok tujuh negara berkembang utama bersama Brasil, India, Filipina, Thailand, Vietnam, dan Malaysia dalam dua indikator penting sektor manufaktur: pertumbuhan serta kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB).

Ia menambahkan, industri makanan dan minuman—termasuk AMDK—mencatatkan pertumbuhan positif sekitar 6,49 persen pada triwulan II 2025.

“AMDK menjadi bagian penting dari industri makanan dan minuman yang tumbuh sangat baik,” ujar Agus dalam keterangan tertulis, Senin, 17 November 2025.

Harapan agar Aspadin terus berkembang dan memperkuat kemitraan dengan pemerintah turut ditekankan. Deputi III Bidang Pengawasan Pangan Olahan BPOM, Elin Herlina, meminta anggota Aspadin mengambil peran terdepan dalam memastikan aspek mutu dan keamanan produk.

Aspadin harus menjadi mitra Pemerintah dalam penyelenggaraan semua kegiatan informasi, sosialisasi, dan edukasi,” ucap Elin.

Ketua Umum Aspadin 2022–2025, Rachmat Hidayat, menyampaikan lembaga yang berdiri sejak 1991 itu kini menaungi 323 anggota dengan 16 DPD di


1 2

Related Post

Post a Comment

Comments 0