Foto: ist
KOSADATA — Ratusan mahasiswa Institut Teknologi PLN (ITPLN) turun tangan menggalang bantuan untuk korban banjir besar yang melanda sejumlah daerah di Sumatra. Aksi bertajuk Peduli Sumatra itu digelar sejak akhir pekan lalu, menyasar area kampus, ruang publik, hingga kanal penggalangan dana digital.
Presiden Mahasiswa BEM KBM ITPLN, Andira Yofi Sulendra, mengatakan gerakan ini lahir dari keprihatinan bersama terhadap banjir yang merendam permukiman, merusak fasilitas umum, dan memaksa ribuan warga mengungsi.
“Duka Sumatra adalah duka kita bersama. Ketika rumah, mimpi, dan harapan warga hanyut oleh banjir, kita tidak boleh tinggal diam,” ujar Yofi dilansir laman resmi ITPLN, 2 Desember 2025.
Menurut Yofi, solidaritas mahasiswa menjadi faktor penting dalam merespons bencana berskala besar. Bantuan finansial, kata dia, menjadi bentuk paling cepat untuk memenuhi kebutuhan mendesak di lapangan seperti makanan, selimut, obat-obatan, hingga peralatan darurat.
Penggalangan dana dilakukan secara terbuka dengan melibatkan organisasi mahasiswa, komunitas kampus, hingga relawan independen. Posko-posko donasi tampak ramai dalam beberapa hari terakhir. Antusiasme sivitas kampus membuat akumulasi bantuan terus meningkat.
“Ini bukan sekadar aksi sosial, ini panggilan kemanusiaan,” ucapnya.
Yofi berharap dukungan moral dan doa tidak berhenti di ruang kampus. Ia menegaskan bahwa bencana banjir yang terus berulang menandakan adanya persoalan serius dalam tata kelola lingkungan.
“Kita tidak bisa terus-menerus reaktif. Pemerintah harus memperkuat upaya menjaga kelestarian hutan sebagai benteng alami,” katanya.
Ia menekankan, aksi Peduli Sumatra semestinya menjadi pengingat bahwa krisis ekologis membutuhkan perhatian kolektif. Penebangan liar, aktivitas tambang ilegal, dan kerusakan daerah aliran sungai disebut menjadi faktor yang memperparah risiko banjir bandang dan longsor di berbagai wilayah.
Comments 0