PT Kilang Pertamina Internasional catatkan kinerja positif. Foto: KPI
Upaya untuk menghasilkan produk-produk bernilai tinggi dilakukan untuk meningkatkan angka Yield Valuable dengan mendorong kilang untuk menghasilkan produk-produk bernilai tinggi.
KPI menurut Taufik berhasil menjadikan imbal hasil produk atau Yield Valuable Product (YVP) di atas target. Persentase produksi produk bernilai tinggi, mencapai realisasi sekitar 83%, lebih tinggi daripada target pada RKAP sekitar 81%.
Di aspek kehandalan kilang, KPI berhasil mencapai target. “Sepanjang 2023, Plant Availability Factor berhasil dicapai di atas 99%,” terang Taufik.
Terkait dengan efisiensi biaya operasi kilang, Taufik melanjutkan, pemakaian energilah yang dikendalikan hingga angkanya di bawah target RKAP.
Indeks intensitas penggunaan energi untuk produksi di kilang atau Energy Intensity Index (EII) tercatat di angka 106,4, lebih baik daripada yang ditetapkan pada RKAP yang hampir sebesar 107,8. Sebagai informasi, Untuk angka realisasi EII, semakin kecil angka index, menggambarkan kinerja yang semakin baik. Program yang dilakukan untuk penurunan EII antara lain utilisasi listrik dan gas eksternal serta peremajaan peralatan.
"Saya mengajak semua pekerja KPI untuk terus memberikan kinerja terbaik. Semoga pencapaian 2023 dapat menjadi semangat dan mendorong kinerja lebih baik lagi di tahun 2024," ajak Taufik.
Menanggapi pencapaian tersebut, apresiasi disampaikan oleh Komisaris Utama KPI yang diwakili oleh salah satu Komisaris KPI yakni Ilham Salahudin. Menurutnya, untuk mencapai kinerja yang lebih baik, semua pihak setidaknya memerlukan dan melaksanakan 3 hal.
"Saya yakin dan percaya apabila kita melaksanakan komunikasi yang baik dibarengi dengan tukar informasi yang memadai dan kita berkolaborasi serta bersinergi, pasti akan membawa keberhasilan," ujar Ilham.
Pada kesempatan terpisah, Vice President Corporate
Comments 0