Direktur Eksekutif Jakarta Public Service (JPS), M Syaiful Jihad. Foto: ist
KOSADATA — Direktur Eksekutif Jakarta Public Service (JPS), M Syaiful Jihad, meminta masyarakat dan pihak-pihak terkait untuk mempercayakan sepenuhnya proses suksesi Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta kepada Gubernur DKI, Pramono Anung Wibowo.
Menurut Syaiful, posisi Sekda DKI bukan sekadar jabatan administratif, melainkan peran strategis yang menuntut kompetensi, komitmen, dan kapasitas kepemimpinan tinggi. Ia menegaskan, figur Sekda ideal harus mampu membangun harmonisasi dengan DPRD DKI dan memiliki chemistry yang baik dengan Gubernur.
“Tak kalah penting, Sekda DKI harus punya chemistry yang baik dengan Mas Pram agar koordinasi dan pelaksanaan kebijakan daerah berjalan optimal,” ujar Syaiful saat ditemui di Jakarta, Minggu, 5 Oktober 2025.
Ia menjelaskan, Sekda DKI secara ex-officio menjabat Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) serta sejumlah posisi strategis lainnya, mulai dari Kepala BPBD, Ketua Tim Perencanaan SPBE, hingga Sekretaris Forkopimda.
“Posisi ini menempatkan Sekda sebagai pejabat kunci dalam mengoordinasikan penyusunan kebijakan daerah, pelaksanaan tugas perangkat daerah, serta pemantauan dan evaluasi kebijakan,” katanya.
Syaiful menilai, figur Sekda DKI yang ideal harus memahami tata kelola pemerintahan dan memiliki akuntabilitas tinggi.
“Dibutuhkan figur yang tepat dan terpercaya untuk mengemban amanah jabatan Sekda DKI. Bukannya malah bikin pusing Mas Pram,” ujarnya sambil tersenyum.
Ia juga mengingatkan para calon Sekda agar tidak bermain politik praktis dalam proses seleksi.
“Bagi calon Sekda DKI yang kasak-kusuk, bahkan bikin tim sukses, jangan diteruskan. Kami jamin malah tidak akan dapat jabatan Sekda DKI, dilirik pun tidak oleh Mas Pram,” tegasnya.
Syaiful menilai, pengalaman Gubernur Pramono yang hampir satu dekade menjabat Sekretaris Kabinet (Seskab) menjadi bekal
Comments 0