Sorot Gelisah dan Kecewa Panglima Aksi Buruh Nasional Indonesia.
Jakarta. KOSADATA- Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersama Partai Buruh menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jakarta, Jumat (30/1/2025). Aksi tersebut merupakan bentuk sikap politik buruh terhadap isu Palestina sekaligus ungkapan kekecewaan atas sejumlah janji Presiden RI Jenderal TNI Prabowo Subianto yang dinilai belum terealisasi.
Buya Fauzi, Panglima Komando Aksi Nasional SPN sekaligus Penanggung Jawab Aksi Nasional KSPI dan Partai Buruh, menyampaikan bahwa buruh Indonesia masih menyimpan banyak pertanyaan terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo, khususnya terkait janji-janji yang disampaikan pada Peringatan Hari Buruh Sedunia 1 Mei 2025 di Lapangan Monas, Jakarta.
“Kegelisahan buruh semakin bertambah setelah muncul kabar Presiden Prabowo duduk satu meja dan berdiskusi dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membahas perdamaian Palestina,” ujar Buya Fauzi dalam orasinya.
Menurut KSPI dan Partai Buruh, pertemuan tersebut dinilai bertentangan dengan sikap historis dan prinsip politik luar negeri Indonesia. Sejak kemerdekaan tahun 1945, Indonesia secara konsisten menolak segala bentuk hubungan diplomatik maupun dialog dengan Israel terkait Palestina. Pemerintah Indonesia, sejak era Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta, menegaskan bahwa kemerdekaan Palestina merupakan harga mati.
KSPI menyebut, keterlibatan Indonesia dalam pembahasan Dewan Perdamaian Gaza—yang disebut merupakan inisiatif Presiden Amerika Serikat Donald Trump—berpotensi mengaburkan posisi politik Indonesia yang selama ini tegas mendukung kemerdekaan Palestina tanpa syarat.
Dalam aksi tersebut, KSPI dan Partai Buruh menyampaikan dua tuntutan utama, yakni menolak Indonesia masuk dalam Dewan Perdamaian Gaza serta menegaskan dukungan penuh terhadap kemerdekaan Palestina tanpa campur tangan Israel.
Selain
Comments 0