Petugas memotong daging kurban di Rumah Potong Hewan (RPH) PD Dharma Jaya di kawasan Cakung, Jakarta Timur, Rabu (21/7/2021). /foto tribunnews.
Kedua, kata Raditya, melakukan pengenalan terhadap produk-produk protein hewani komersial milik Perumda Dharma Jaya kepada masyarakat. Salah satunya dengan memperkenalkan katalog produk yang lebih informatif, yakni dengan ada penjelasan dan foto untuk setiap produk.
Katalog produk tidak hanya dikhususkan bagi perusahaan atau produk penjualan dalam jumlah besar, melainkan ada katalog bagi pengusaha retail atau pengusaha frozen food dan katalog khusus untuk reseller.
“Kita harapkan, pelanggan dapat mengenal produk komersial Perumda Dharma Jaya, kemudian mau membelinya. Dalam katalog tersebut akan memuat produk yang paling laris dan potensial tren produk, diskon, promo bulanan dan event tertentu akan kita cantumkan. Katalog ini akan dirilis paling lambat akhir Agustus ini. Sudah 90 persen progresnya,” ujar Raditya.
Langkah ketiga, melakukan kampanye branding melalui media sosial. Untuk itu, pihaknya sedang serius membangun media sosial dengan menyiapkan konten informasi produk protein hewani komersial yang terkonsep dengan baik.
Kedepan, pihaknya akan menyiapkan serial informasi produk Djawara Meat, Chicken dan Fish. Sehingga, informasi yang disampaikan ke masyarakat menjadi komprehensif.
Langkah selanjutnya, Perumda Dharma Jaya melakukan bazaar di berbagai titik di hampir seluruh kelurahan untuk mengenalkan produk komersial.
Saat ini, baru ada dua unit mobil untuk bazar keliling, jumlah ini akan ditingkatkan menjadi empat unit di November atau Desember tahun ini.
Menurut Raditya, Perumda Dharma Jaya jemput bola dengan membuka booth produk protein hewani komersial di sejumlah RPTRA di Kota Jakarta.
Pembukaan booth di RPTRA akan dimulai awal September mendatang. Perumda Dharma Jaya juga bersinergi dengan BUMD DKI lainnya, yaitu mereka membeli produk protein hewani untuk didistribusikan kepada karyawannya.
“Setelah kita ukur, semua
Comments 0