Marsha Alycia Rahmadiar Setianto. Foto: dok. UNAIR
KOSADATA — Satu demi satu pukulan Marsha Alycia Rahmadiar Setianto mendarat dengan presisi. Mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Airlangga (UNAIR) itu tak banyak berteriak di arena, tetapi setiap gerakannya menunjukkan keyakinan penuh.
Hasilnya, Marsha bukan hanya merebut medali emas di kategori point fighting senior U-52 kg putri, tetapi juga dianugerahi gelar atlet terbaik nasional di Jakarta Kickbox Tatami Championship.
“Strategi saya sederhana: amati lawan sejak detik pertama, lalu mainkan tempo. Tidak perlu terburu-buru menyerang,” ujar Marsha dilansir dari laman resmi UNAIR, Rabu, 30 Juli 2025.
Strategi Cermat yang Menjadi Kunci
Di babak awal, Marsha memilih menahan diri. Ia menjaga jarak, membaca pola lawan, dan menunggu celah. Strategi itu terbayar pada ronde kedua, meski sempat terguncang ketika lawan hampir menyusul perolehan poin.
“Saya hampir kehilangan fokus, tapi segera tarik napas panjang. Ingat latihan yang sudah saya jalani. Jangan panik,” kenangnya. Marsha lalu membalikkan keadaan dengan serangan kombinasi yang telah ia latih berkali-kali.
Kemenangan ini tak lahir dalam semalam. Marsha berlatih dua kali sehari: sesi teknik, sparring intensif, hingga penguatan otot inti. Pola makan pun dijaga ketat agar berat badan stabil. Di sisi lain, ia tak lupa mempersiapkan diri secara mental.
“Saya membatasi aktivitas sosial, konsultasi rutin dengan pelatih, dan banyak afirmasi positif. Itu penting supaya tidak mental block,” ujarnya.
Bagi Marsha, keberhasilan ini bukan hanya miliknya. Dukungan orang-orang terdekat, terutama sang ibu, menjadi energi terbesar. “Semua keringat dan doa akhirnya terbayar. Ini kemenangan tim, bukan sekadar saya,” ucapnya dengan mata berbinar.
Marsha kini membidik target lebih tinggi: PON, SEA Games, hingga kejuaraan internasional. “Saya ingin membawa
Comments 0