Foto: ist
KOSADATA - Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia usai rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta. Fokus pertemuan: percepatan transisi energi nasional lewat pembangunan energi terbarukan, terutama tenaga surya.
“Kita mau bangun solar panel yang satu desa itu 1-1,5 gigawatt. Jadi ke depan itu kita akan bangun kurang lebih sekitar 80 sampai dengan 100 gigawatt. Itu yang tadi kita bahas teknis,” ujar Bahlil, dikutip Selasa, 16 September 2025.
Ia menjelaskan, skala proyek panel surya ini menuntut keterlibatan investor asing. Pemerintah, kata Bahlil, akan mendorong kolaborasi antara pengusaha nasional, BUMN, dan perusahaan internasional.
“Karena soal panel 100 gigawatt itu kan cukup besar, sementara kapasitas industri kita di sini hanya satu tahun tidak lebih dari 5 gigawatt. Nah oleh karena itu, pasti kita akan mencari investor asing dan bisa berkolaborasi dengan pengusaha-pengusaha nasional dan BUMN kita termasuk di dalamnya adalah PLN,” ucapnya.
Selain energi terbarukan, negosiasi saham Freeport turut menjadi agenda. Bahlil menyebut pemerintah sedang membicarakan tambahan saham yang semula disepakati 10 persen, dengan peluang kenaikan lebih tinggi.
“Awalnya kan kita sepakat untuk penambahan saham 10 persen Freeport, tapi tadi berkembang negosiasi yang insyaallah katanya lebih dari itu. Saya diminta untuk bisa melakukan komunikasi percepatan dan kalau itu sudah fix insyaallah Freeport akan kita mempertimbangkan untuk melakukan kelanjutan dari pada kontrak,” kata dia.***
Update terus berita terbaru KOSADATA di Google News.
Comments 0