Satgas Kuala, Taktik Menhan Cepat Atasi Bencana

Restu Hanif
Jan 02, 2026

Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Sjafrie Sjamsoeddin. Foto: ist.

KOSADATA — Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Sjafrie Sjamsoeddin membentuk Satuan Tugas (Satgas) Kuala sebagai langkah taktis dalam percepatan pemulihan pascabencana di wilayah Aceh dan Sumatera Utara.

Sjafrie menerangkan, pembentukan Satgas ini bertujuan untuk melakukan normalisasi sungai-sungai dangkal yang tertimbun material tanah, sekaligus mengonversi aliran air tersebut menjadi sumber air bersih bagi masyarakat terdampak bencana.

"Hari ini sudah kita bentuk Satgas Kuala yang terdiri dari dua komposisi," kata Sjafrie dalam siaran pers resmi yang diterima pada Jumat, 02 Januari 2026 di Jakarta.

Sjafrie menjelaskan, strategi operasional Satgas ini dibagi menjadi dua fokus utama, di mana komposisi pertama akan difokuskan pada teknis pendalaman kuala (muara sungai), sementara komposisi kedua diarahkan pada aspek pemanfaatan air di kawasan tersebut.

Untuk mendukung misi tersebut, Kementerian Pertahanan akan mengerahkan armada khusus yang dilengkapi dengan teknologi pengolahan air mutakhir.

"Di dua komposisi kapal ini akan kita naikkan water treatment system. Air yang ada di kuala akan diambil, diolah, dan menjadi air jernih," jelas Sjafrie.

Lebih lanjut, Sjafrie memaparkan bahwa sistem penjernihan air yang digunakan Satgas Kuala merupakan teknologi yang telah teruji di berbagai lokasi bencana sebelumnya.

 Sistem tersebut menggunakan fiber reinforced plastic sebagai tabung filtrasi utama yang dirancang agar ringan dan mudah dioperasikan di medan yang sulit.

Sjafrie memastikan bahwa Satgas Kuala akan segera beroperasi di lapangan guna menjamin ketersediaan fasilitas air bersih yang aman konsumsi bagi warga di wilayah bencana.

"Sistem ini memastikan air hasil olahan aman dikonsumsi masyarakat," pungkasnya.***

Update terus berita terkini KOSADATA di Google News.

Related Post

Post a Comment

Comments 0