Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia. Foto: ist.
KOSADATA — Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) I Partai Golkar Tahun 2025 resmi menghasilkan sepuluh keputusan strategis yang dirumuskan dalam rekomendasi dan pernyataan politik.
Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia menuturkan bahwa seluruh keputusan tersebut sudah dibahas secara internal sebagai bagian dari konsolidasi partai dalam menghadapi dinamika politik nasional kedepannya.
“Semua pembahasan dalam Rapimnas ini bersifat internal, sebagai bagian dari konsolidasi organisasi untuk memastikan Partai Golkar tetap solid dan siap menghadapi tantangan ke depan,” kata Bahlil dalam keterangannya yang diterima pada Minggu, 21 Desember 2025 di Jakarta.
Salah satu isu yang disoroti dalam keputusan strategis Rapimnas I Partai Golkar mengenai usulan pemilihan kepala daerah (Pilkada) oleh DPRD. Dalam putusannya, Golkar merekomendasikan afar mekanisme tersebut diterapkan, dengan catatan keterlibatan dan partisipasi publik dalam proses pengambilan keputusan harus tetap diperhatikan.
Selain itu, Rapimnas juga mendorong agar adanya transformasi pola kerja sama politik melalui pembentukan koalisi permanen, dengan alasan bahwa koalisi tidak lagi cukup bersifat taktis dan jangka pendek, melainkan perlu dibangun secara ideologis dan strategis, berbasis kesamaan platform serta agenda kebijakan.
“koalisi permanen ini tidak hanya dibangun untuk memenangkan kontestasi pemilihan presiden, tetapi dilembagakan sebagai bentuk kerja sama politik yang mengikat di parlemen dan pemerintahan,” tulis Tim Media Golkar.
Wacana mengenai Pilkada melalui DPRD telah disuslkan sebelumnya oleh Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri peringatan ulang tahun Partai Golkar di Sentul International Convention Center, Bogor, pada 12 Desember 2024.
Wacana tersebut, menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat sendiri, terutama dari Koalisi Sipil untuk Kodifikasi Undang-Undang
Comments 0