Kursi Menko Polkam Masih Kosong, Pengamat: Kita Butuh Menteri Yang Kuat Dan Menenangkan

Restu Hanif
Sep 11, 2025

Co-Founder Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi. Foto: ist.

KOSADATA — Posisi Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menko Polkam) masih dalam kekosongan setelah sebelumnya, Prabowo melakukan Reshuffle terhadap Budi Gunawan.

Pengamat pertahanan dan keamanan dari Institute for Security and Strategic Studies (ISSES) Khairul Fahmi mengatakan, posisi Menko Polkam harus ditempati oleh sosok yang kuat serta dapat mnerikan rasa aman kepada masyarakat.

"Indonesia membutuhkan Menko Polkam yang bukan hanya kuat di belakang layar, tapi juga mampu tampil ke depan sebagai wajah pemerintah dan menenangkan publik," kata Fahmi pada Kamis, 11 September 2025 di Jakarta.

Fahmi menekankan bahwa posisi Menko Polkam sangatlah strategis dalam menjaga stabilitas negara, karena menjadi koordinator beberapa instansi strategis seperti Menteri Pertahanan, Menteri Dalam Negeri, Menteri Luar Negeri, Kementerian Komunikasi dan Digital, Polri, TNI dan Kejaksaan Agung.

Oleh karena itu, Fahmi menilai bahwa posisi Menko Polkam harus ditempati oleh orang yang berpengalaman, memiliki kecapakan di bidang politik, hukum, dan keamanan, serta memiliki kemampuan dalam berkomunikasi.

"Jabatan ini secara tradisi diisi figur senior, kuat secara politik, dekat dengan presiden, dan punya kapasitas komunikasi politik dan publik sekaligus," ujar Fahmi.

Fahmi berharap, siapapun sosok yang dipilih oleh Presiden Prabowo sebagai Menko Polkam yang baru, memiliki kapasitas dan kapabilitas yang mumpuni di bidang tersebut.

""Siapa pun yang dipilih nanti, kriterianya jelas, yakni harus kredibel, komunikatif, dan punya kedekatan politik yang memberi otoritas penuh dalam menjalankan fungsi koordinasi dan komunikasi publik di bidang politik dan keamanan," tutup Fahmi.***

Related Post

Post a Comment

Comments 0