Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin
Kamaruddin juga menyoroti dua inisiatif strategis Kemenag yang menjadi simbol inovasi nilai-nilai agama dalam kebijakan publik, yakni Ekoteologi dan Kurikulum Berbasis Cinta.
“Ekoteologi mengajarkan bahwa kepedulian terhadap alam adalah bagian dari ibadah, sedangkan Kurikulum Berbasis Cinta menumbuhkan empati, kasih sayang, dan tanggung jawab sosial sejak dini. Inilah wajah baru Kemenag—agama yang membangun, bukan memisahkan,” ungkapnya.
Menurut Kamaruddin, hasil survei ini bukan sekadar angka, tetapi refleksi nyata dari meningkatnya kepercayaan publik berkat perbaikan pelayanan dan komunikasi yang lebih terbuka. Di bawah kepemimpinan Menteri Agama Nasaruddin Umar, Kemenag terus memperkuat tata kelola berbasis data, mempercepat digitalisasi layanan pendidikan, membangun sistem peringatan dini (early warning system) untuk kondisi kerukunan umat beragama, serta memperluas kolaborasi lintas sektor.
“Kami bersyukur atas apresiasi publik ini. Namun bagi kami, ini bukan alasan untuk berpuas diri, melainkan panggilan untuk bekerja lebih keras, lebih jujur, dan lebih empatik dalam melayani umat,” pungkas Kamaruddin. (***)
Comments 0