Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman. Foto: ist
KOSADATA — Pemerintah Provinsi Jawa Barat meluncurkan platform digital ketenagakerjaan sebagai upaya menekan angka pengangguran di wilayah tersebut. Program ini tengah diuji coba di Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Karawang, dua kawasan industri terbesar di Jawa Barat.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, mengatakan platform ini akan menjadi penghubung langsung antara pencari kerja dan perusahaan yang membuka lowongan. Para pencari kerja dapat mengakses informasi lowongan secara digital, sementara perusahaan diminta aktif mengunggah kebutuhan tenaga kerja mereka.
“Kami sudah mulai uji coba minggu lalu di Karawang dan hari ini di Kabupaten Bekasi. Secara digital platform-nya sudah siap, tinggal dieksekusi. Saat ini kami bantu juga dengan proses manual untuk memastikan interaksi pencari kerja dan perusahaan berjalan lancar,” ujar Herman dalam akun instagramnya, Selasa, 24 Juni 2025.
Menurut Herman, lebih dari 50 perusahaan besar di kawasan Bekasi telah berkomitmen memanfaatkan platform tersebut. Langkah ini diharapkan bisa memangkas disparitas informasi antara pencari kerja dan pemberi kerja yang selama ini kerap menjadi kendala.
“Harapan Pak Gubernur, Pak Dedi Mulyadi, tidak ada lagi anak-anak muda Jawa Barat yang mencari kerja sampai berjubel. Padahal lowongan tersedia, hanya informasinya yang belum nyambung,” ujar Herman.
Ia menambahkan, angka pengangguran terbuka di Jawa Barat saat ini masih termasuk tinggi dibandingkan provinsi lain. Karena itu, Pemprov Jabar bersama pemerintah kabupaten/kota, kawasan industri, serta perusahaan swasta bergerak bersama menurunkan angka tersebut secara signifikan.
“Kalau kita bersama-sama, Sarendek, Saigel, Sabobot, Sapianian, tidak ada yang tidak mungkin. Jawa Barat istimewa pasti akan terwujud,” kata Herman.
Platform ini akan terus dikembangkan dan dievaluasi selama masa uji
Comments 0