Ketua KKJ, Happy Djarot dan Istri Rano Karno terjun langsung memberikan bantuan ke buruh pengupas bawang. Foto: ist
KOSADATA — Di sudut Pasar Induk Kramat Jati, hiruk pikuk tak pernah benar-benar berhenti. Para buruh pengupas bawang—kebanyakan perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga—setiap hari akrab dengan pedih mata dan bau menyengat yang tak kunjung hilang. Namun, kemarin menjadi hari yang berbeda bagi mereka.
Komunitas Kebaya Jakarta (KKJ) bersama Bhakti Istri Pegawai (BIP) Perumda Pasar Jaya datang membawa bingkisan kecil, namun sarat makna. Sebuah bentuk apresiasi bagi 120 buruh pengupas bawang yang selama ini bekerja dari pagi hingga larut malam tanpa banyak sorotan.
“Kami ingin memberi perhatian kepada para pejuang perempuan ini. Untuk momentum Hari Ibu, kami memilih buruh pengupas bawang karena mereka setiap hari bekerja keras,” ujar Ketua KKJ, Happy Djarot dalam keterangannya, Kamis, 4 Desember 2025.
Mayoritas buruh perempuan itu menghabiskan waktu hingga malam hari demi upah yang kerap tak sebanding. Untuk tiap 20 kilogram bawang yang dikupas, mereka hanya menerima sekitar Rp3.000 per kilogram.
Jika dihitung, dalam sehari mereka membawa pulang sekitar Rp70 ribu—penghasilan yang jauh dari layak untuk menopang hidup di Jakarta.
“Mereka juga ingin merasakan kebahagiaan. Ini bentuk dukungan, apresiasi, sekaligus penyemangat agar mereka tetap kuat mendampingi keluarga,” lanjut Happy.
Ia juga menyampaikan pesan keselamatan, mengingat Jakarta tengah berada pada musim rawan banjir dan kebakaran.
Tak hanya KKJ, kegiatan itu turut dihadiri Dewi Rano Karno, istri Wakil Gubernur DKI Jakarta. Dewi tampak hangat menyapa para buruh yang duduk berjejer. Ia mengaku bangga terhadap inisiatif yang memberi ruang bagi para pekerja informal untuk kembali merasa dihargai.
“Mereka bekerja dari pagi sampai jam sepuluh malam, dan upahnya kecil sekali.
Comments 0