Enjang Tedi saat menjemput Ela Lastari di Bandara Soeta, Kota Tangerang. Foto: Ist
“Puji Syukur perjuangan mulia membuahkan hasil yang luar biasa. Semoga kita ambil hikmahnya untuk tidak terulang kembali dan menjadi bahan pembelajaran bagi warga yang lain. Kesempatan kerja kita raih namun sesuai dengan prosedur,” kata Dayan melalui pesan whatsapp nya.
Sebagaimana diketahui, Ela Lastari pernah dikabarkan hilang kontak dan mengalami kekerasan dari sang majikan di negara tempat ia bekerja, yakni Arab Saudi. Pada awal Mei 2023, Enjang Tedi menerima laporan terkait kondisi Ela.
Enjang Tedi pun bergerak cepat mendatangi keluarga Ela di kediamannya guna mengumpulkan data dan informasi lebih lengkap. Ia segera berkomunikasi dengan rekannya yang sedang bertugas sebagai Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) di Riyadh untuk melacak keberadaan Ela berdasarkan data yang ada.
Enjang Tedi juga berkoordinasi dengan Biro Hukum BP2MI pusat untuk mengambil langkah langkah yang sesuai dengan peraturan hukum yang berlaku. Kemudian, sebagaimana informasi dari BP2MI, Enjang Tedi pun mendampingi keluarga Ela untuk menyampaikan laporan ke Polres Garut.
Tidak sampai disana, Enjang Tedi juga melaporkan kejadian yang menimpa Ela tersebut kepada Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil disela sidang paripurna DPRD Jawa Barat sampai akhirnya Pemprov Jabar dan Pemda Garut juga turut serta membantu. Selian itu, Enjang Tedi juga berkomunikasi dengan Kementerian Luar Negeri terkait apa yang dialami Ela Lastari.
Enjang Tedi terus melakukan koordinasi dengan BP2MI, KBRI dan pihak terkait lainnya untuk mengawal kasus ini, sehingga akhirnya pada bulan Juni lalu, Ela Lastari ditemukan kepolisian Riyadh dari penyekapan di rumah majikannya dan diselamatkan di tempat penampungan pemerintah Saudi di Dammam.
Disela menunggu jadwal kepulangan
Comments 0