Dikerubuti Siswa SMK, Yuke Bongkar Dapur DPRD DKI: Ingatkan Soal Sampah

Widihastuti Ayu
Apr 20, 2026

Foto: dok. DPRD DKI Jakarta

KOSADATA-Langkah kaki puluhan siswa SMK Nurul Islam terdengar rapi menyusuri lorong Gedung DPRD DKI Jakarta. Di balik seragam sekolah yang dikenakan, terselip rasa penasaran: seperti apa sebenarnya kerja para wakil rakyat di balik meja sidang?

Hari itu, ruang pertemuan DPRD tak hanya diisi oleh agenda politik. Kursi-kursi diisi wajah-wajah muda yang antusias mengikuti kunjungan edukasi parlemen—sebuah upaya mengenalkan fungsi legislatif sejak dini.

Rombongan siswa diterima langsung oleh Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike bersama Anggota Komisi B Dwi Rio Sambodo. Suasana cair. Tak ada sekat formal yang kaku. Dialog berjalan santai, sesekali diselingi tawa.

Di hadapan para siswa, Yuke membuka “dapur” aktivitas anggota dewan. Ia menjelaskan bagaimana keseharian legislator, mulai dari rapat hingga fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan daerah.

“Yang biasanya kami lakukan,” ujar Yuke, singkat, menggambarkan rutinitas yang selama ini mungkin hanya dilihat siswa dari layar televisi.

Namun, pertemuan itu tak berhenti pada penjelasan formal kelembagaan. Yuke justru melempar pesan yang lebih jauh: peran generasi muda dalam pembangunan kota.

Menurut dia, pelajar SMA dan SMK memiliki posisi strategis sebagai mata dan telinga di lingkungan sekitar. Mereka bisa menjadi jembatan antara masyarakat dan DPRD.

“Apa yang terjadi di lingkungan mereka, bisa disampaikan kepada kami,” kata Yuke.

Ia menekankan, partisipasi tak harus menunggu usia dewasa atau jabatan tertentu. Dari sekolah dan rumah, kontribusi sudah bisa dimulai—terutama dalam hal kepedulian sosial.

Isu lingkungan pun menjadi perhatian khusus dalam dialog itu. Yuke menyinggung persoalan sampah yang hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Jakarta.

Kesadaran, kata dia, harus dimulai dari hal sederhana. Dari rumah, dari sekolah.

“Membantu

Related Post

Post a Comment

Comments 0