Dari Jerman, WALHI dan Warga Pulau Pari Serukan Penyelamatan Laut

Ida Farida
Jun 09, 2023

KOSADATA - Aktivis Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) dan Warga Pulau Pari, Kepulauan Seribu menyerukan Penyelamatan Laut dan keadilan iklim untuk warga duni internasional. Hal ini dikumandangkan dari Berlin, Jerman, setelah beberapa hari menjalankan kampanye internasional, guna menggalang dukungan global untuk gugatan iklim Pulau Pari terhadap Holcim, perusahaan semen terbesar di dunia.

 

Manajer Kampanye Pesisir dan Laut WALHI Nasional, Parid Ridwanuddin, mengatakan, laut merupakan penentu keseimbangan planet bumi yang memiliki peran sentral bagi keberlangsungan kehidupan. Tak hanya itu, laut juga menjadi sumber pangan bagi masyarakat dunia yang jumlah terus mengalami kenaikan signifikan.

 

"Di dalam laporan The State of World Fisheries and Aquaculture (SOFIA) FAO 2022 disebutkan, laut telah menghasilkan ikan sebanyak 177,8 juta ton. Sebanyak 90,3 juta ton dihasilkan dari perikanan tangkap," ujar Parid dalam keterangan tertulis, Kamis (8/6/2023).

 

Sementara dari budidaya laut, ungkapnya, produksi laut sebanyak 33.1 juta ton. Laporan tersebut menyebut bahwa 7,8 miliar manusia yang menghuni planet bumi ini telah mengkonsumsi ikan sebanyak 157,4 juta ton.

 

"Di Indonesia, laut telah menjadi sumber penghidupan bagi lebih dari 8 juta rumah tangga perikanan. Tak hanya itu, sekitar 200 juta orang Indonesia sangat memerlukan asupan protein hewani yang berasal dari laut. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP, 2020) mencatat, angka konsumsi ikan sebanyak 54,56 kg per kapita. Angka ini naik signifikan dari tahun 2015 yang tercatat hanya 41,11 kg per kapita," katanya.

 

Namun, lanjut Parid, keberadaan laut terus terancam oleh ekspansi perusahaan multinasional yang memperluas industri ekstraktif, kebijakan nasional yang eksploitatif, dan krisis iklim.

 

Direktur WALHI Jakarta, Suci Fitriah Tanjung mengungkapkan, ada 100

Related Post

Post a Comment

Comments 0