Operasi tanggap darurat diaktifkan dengan prioritas keselamatan petugas, dan penanganan korban. Foto: Istw
KOSADATA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya tiga orang akibat longsor gunungan sampah di Zona 4 Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Minggu (8/3) sekitar pukul 15.29 WIB.
Berdasarkan data sementara, tiga korban meninggal dunia adalah Sumini (60), pemilik warung di sekitar lokasi; Dedi Sutrisno, pengemudi truk Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Pusat; serta Endah Widayati (25), seorang pemulung.
Selain itu, seorang pengemudi truk Sudin LH Jakarta Selatan bernama Slamet mengalami luka ringan. Ia telah dievakuasi dan mendapatkan perawatan medis di fasilitas kesehatan terdekat. Saat ini kondisinya membaik dan sudah diperbolehkan pulang.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.
“Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah ini. Pemprov DKI Jakarta menyampaikan simpati kepada keluarga korban dan memastikan seluruh proses penanganan darurat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi,” ujar Asep.
DLH DKI Jakarta langsung mengaktifkan operasi tanggap darurat setelah menerima laporan kejadian. Langkah cepat dilakukan untuk memastikan keselamatan petugas di lapangan, menangani para korban, serta menstabilkan area longsor agar layanan pengelolaan sampah dapat segera kembali berjalan.
Penanganan dilakukan bersama sejumlah instansi, antara lain Yon Armed 7/155 GS Kodam Jaya, BPBD DKI Jakarta, BPBD Kota Bekasi, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi, Polsek Bantargebang, serta Koramil 05/Bantargebang. Asep juga turun langsung memimpin operasi tanggap darurat di lokasi.
“Begitu laporan kami terima, operasi tanggap darurat langsung diaktifkan. Prioritas kami adalah keselamatan petugas, penanganan korban, serta mempercepat evakuasi kendaraan yang tertimbun longsor,” kata Asep.
Dalam
Comments 0