Stasiun Mandai, salah satu stasiun yang akan terintegrasi dengan moda bus dan pelabuhan. Foto dok Kemenhub
KOSADATA - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi telah meninjau penyelenggaraan transportasi kereta api Makassar-Pare Pare, di Sulawesi Selatan, Senin (11/8).
Bersamaan dengan itu, Menhub Dudy juga mengecek rencana induk (master plan) Stasiun KA Sulsel yang akan diintegrasilkan dengan pelabuhan dan terminal.
"Master plan (rencana induk) kereta api di Sulawesi Selatan ini nantinya stasiun akan terintegrasi dengan Pelabuhan Garongkong dan Pelabuhan New Port, dan juga dengan terminal bus. Kita mau integrasi antarmoda ini terwujud juga di Sulawesi Selatan," tutur Menhub Dudy, dilansir KOSADATA, di Jakarta, Kamis (14/8/2025).
Integrasi antara stasiun dengan terminal bus rencananya akan dilakukan di Stasiun Mandai. Rencananya, Terminal Bus Integrasi Mandai akan dibangun di lahan kawasan Stasiun Mandai.
Luas total lahan yang dimiliki sebesar 16,4 hektar, sementara luas yang sudah dimanfaatkan untuk membangun stasiun dan jalan akses baru 1 hektar.
Nantinya, lahan terminal integrasi akan dibangun di atas lahan seluas 2,5 hektar. Sebanyak 10,4 hektar akan digunakan untuk Kantor Operasional Balai dan Fasilitas Pendukung. Sementara, 2,5 hektar sisanya akan dibuatkan rumah susun pegawai.
Titik lain yang akan terintegrasi yakni Stasiun Garongkong dengan Pelabuham Garongkong. Nantinya, di tanah kawasan Garongkong tersebut akan terdapat pula kantor KSOP Garongkong.
Luas tanah total konsolidasi Garongkong yang telah ada sebanyak 46,6 hektar. Luas lahan yang sudah dimanfaatkan adalah sebanyak 2,5 hektar untuk jalan akses dan stasiun.
Sisanya, sebanyak 43,9 hektar inilah yang akan dijadikan pengembangam Stasiun Garongkong, kawasan konsolidasi, dan integrasi dengan Pelabuham Garongkong.
Titik berikutnya yang akan terintegrasi adalah Stasiun Mandai dengan Makassar New Port. Akan tetapi, untuk pengembangan ini masih dalam proses pembebasan
Comments 0