Foto: ist
KOSADATA — Ketika banjir bandang dan tanah longsor memutus jalur komunikasi di berbagai wilayah Sumatera, kebutuhan internet menjelma menjadi kebutuhan darurat. Layanan internet satelit Starlink muncul sebagai jalur penyelamat. Perusahaan milik SpaceX itu membuka akses internet gratis bagi warga terdampak hingga akhir Desember 2025.
Bencana hidrometeorologi akibat hujan ekstrem sejak akhir November melumpuhkan infrastruktur vital di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ribuan rumah gelap karena listrik padam, lebih dari seribu BTS tidak beroperasi, desa-desa terisolasi tanpa sinyal, sementara jembatan dan jalan putus menutup akses logistik.
Dalam situasi darurat itu, konektivitas menjadi urat nadi penanganan bencana: mengoordinasikan bantuan, menghubungkan keluarga yang terpisah, hingga melaporkan kondisi lapangan.
Starlink merespons dengan membuka layanan residensial tanpa biaya. Berbeda dari jaringan seluler yang mengandalkan menara dan kabel optik, Starlink bekerja langsung dari orbit rendah Bumi. Selama perangkat memiliki pandangan langit terbuka, koneksi dapat bertahan meski infrastruktur darat runtuh atau terendam banjir. Inilah yang membuatnya menjadi solusi tercepat di wilayah bencana.
Cara Mengaktifkan Starlink Gratis untuk Warga Korban Bencana
Starlink menyediakan sejumlah langkah bagi pengguna baru maupun pelanggan lama di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat:
Akses situs resmi Starlink Indonesia dan pilih layanan residensial.
Masukkan alamat wilayah terdampak untuk memverifikasi ketersediaan layanan.
Pilih paket layanan, yang selama masa darurat otomatis berubah menjadi Rp0.
Lengkapi data pengguna dan alamat pengiriman perangkat.
Aktifkan perangkat dan ajukan tiket dukungan dengan catatan “Indonesia Flood Support.”
Cek menu Billing untuk memastikan kredit bantuan sudah masuk.
Pelanggan aktif otomatis menerima kredit layanan tanpa tindakan tambahan. Bahkan akun yang sempat dihentikan tetap mendapat akses
Comments 0