Anggota Komisi IV DPR RI Rahmat Saleh
KOSADATA – Anggota Komisi IV DPR RI Rahmat Saleh menegaskan pentingnya peran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) sebagai ujung tombak dalam keberhasilan berbagai program pemerintah di sektor pertanian, perikanan, kelautan, dan perkebunan. Hal itu disampaikan Rahmat saat bertemu para penyuluh se-Kabupaten Solok dalam kegiatan reses di Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Gunung Talang.
“Program pemerintah harus dijalankan dengan edukasi dan pengawasan. Jika tidak, bantuan cepat habis namun tidak berdampak nyata. Tujuan utama bantuan adalah membebaskan masyarakat dari kemiskinan,” ujar Rahmat seperti dikutip dari Parlementaria, Selasa (21/10/2025).
Rahmat mengungkapkan, pemerintah akan menjalankan program penanaman kopi seluas 2.000 hektare di Kabupaten Solok pada akhir tahun 2025. Ia menilai peran penyuluh sangat krusial agar program tersebut berjalan efektif dan tepat sasaran.
Politisi Fraksi PKS itu juga mengingatkan agar berbagai program prioritas nasional seperti Koperasi Merah Putih, Kampung Nelayan Merah Putih, dan Makan Bergizi Gratis (MBG) dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Kalau bantuan tidak disalurkan dengan tepat, uang negara bisa habis tanpa hasil yang efektif,” tegasnya.
Kegiatan Safari Gemarikan (Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan) ini dihadiri lebih dari 50 PPL dari berbagai kecamatan di Kabupaten Solok. Hadir pula Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Kabupaten Solok Syoufitri, Plt Kadis Pertanian Imran Syahrial, serta Ketua DPD Perhiptani Sumbar Hafes Renaldo.
Dalam sambutannya, Syoufitri menyampaikan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan konsumsi ikan masyarakat demi mendukung gizi dan kecerdasan bangsa.
“Gemarikan adalah bentuk partisipasi bersama antara pemerintah pusat, daerah, hingga masyarakat nagari,” ujarnya.
Syoufitri juga memaparkan sejumlah capaian Dinas Perikanan dan Pangan Solok, termasuk prestasi juara lomba Memasak Serba Ikan
Comments 0