Pesan soal Kematian, UAS Ingin Cepat-Cepat Dikubur Jika Meninggal

Kakang Nan
Mar 16, 2026

Foto: ist

KOSADATA - Ceramah tentang kematian kerap menjadi pengingat paling dalam bagi banyak orang. Hal itu pula yang dirasakan oleh dai kondang, Ustadz Abdul Somad atau akrab disapa UAS.

Dalam sebuah pengajian yang tayang dalam akun Youtube-nya, ulama yang akrab disapa UAS itu mengungkapkan bahwa nasihat paling kuat dalam hidupnya bukan datang dari manusia, melainkan dari kematian itu sendiri.

“Enggak ada nasihat yang paling dalam ke hati saya selain nasihat kematian,” ujar UAS dalam ceramahnya.

Menurutnya, kesadaran akan kematian membuat dirinya selalu berusaha hadir ketika ada jamaah yang berduka. Ia mengaku kerap berdiri di dekat liang lahat saat proses pemakaman, bukan sekadar untuk memimpin doa, tetapi juga untuk mengingatkan dirinya sendiri bahwa setiap manusia pada akhirnya akan mengalami hal yang sama.

“Untuk apa? Supaya mata saya menengok dan saya ingat mati dulu,” katanya.

UAS bahkan mengaku kerap menyimpan gambar liang lahat di telepon genggamnya sebagai pengingat akan kehidupan setelah mati. Baginya, mengingat kematian bukan sesuatu yang harus ditakuti, melainkan bagian dari kesadaran spiritual.

“Jangan takut cerita mati,” tuturnya.

Dalam ceramah tersebut, UAS juga mengungkapkan bahwa ia telah menyiapkan berbagai hal jika suatu saat wafat. Mulai dari kain kafan hingga surat wasiat yang berisi detail proses pemakamannya.

Ia menyebut telah menentukan siapa yang akan memandikan jenazahnya, mengkafani, hingga orang-orang yang akan menurunkannya ke liang lahat.

Tak hanya itu, UAS juga menyampaikan pesan khusus kepada keluarganya jika ia meninggal dunia saat sedang berdakwah di luar daerah.

“Kalau kebetulan aku meninggal di Papua, enggak usah jenazahku dibawa pulang.


1 2

Related Post

Post a Comment

Comments 0