Rumah pompa salah satu pengendali banjir di Jakarta. Foto: Istw
KOSADATA - Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bergerak cepat menangani genangan dan banjir setelah hujan deras mengguyur Jakarta sejak Sabtu malam hingga Minggu (8/3). Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta mengerahkan ribuan petugas ke lapangan serta mengoperasikan pompa air untuk mempercepat surutnya genangan.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta hingga pukul 11.00 WIB, banjir merendam 147 rukun tetangga (RT) dan menggenangi 19 ruas jalan di sejumlah wilayah Jakarta. Ketinggian air bervariasi, mulai dari sekitar 20 sentimeter hingga 1,7 meter di beberapa lokasi.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menjelaskan bahwa curah hujan di Jakarta dan sekitarnya tergolong sangat tinggi. Dalam satu hari, intensitas hujan tercatat mencapai 264 milimeter, jauh di atas rata-rata curah hujan harian.
“Hari ini di Jakarta dan sekitarnya, curah hujan mencapai 264 milimeter per hari. Itu termasuk curah hujan yang sangat tinggi,” ujar Pramono di Jakarta, Minggu (8/3).
Data BMKG mencatat curah hujan ekstrem terjadi di dua lokasi, yakni Sunter Hulu (Cilangkap, Jakarta Timur) dan kawasan Pompa Arcadia (Kalibata, Jakarta Selatan).
Sejak Sabtu malam, Pemprov DKI langsung mengoordinasikan langkah penanganan bersama instansi terkait, terutama Dinas SDA. Pompa air di sejumlah titik rawan banjir segera dioperasikan untuk mempercepat penyedotan air.
“Sejak semalam saya sudah berkoordinasi dengan jajaran, terutama Dinas Sumber Daya Air. Bahkan di beberapa titik, pemompaan sudah dilakukan sejak malam,” kata Pramono.
Untuk mempercepat penanganan banjir, Pemprov DKI mengerahkan sekitar 1.200 unit pompa pengendali banjir. Pompa tersebut terdiri dari 668 pompa stasioner di 243 lokasi dan 536 pompa mobile yang ditempatkan di berbagai titik rawan banjir. Penyedotan air terus dilakukan, antara lain
Comments 0