Foto: ist
KOSADATA — Jakarta kembali bersiap menjadi panggung besar perayaan budaya melalui Karnaval Sarendo-Rendo 2025 pada Minggu, 14 Desember 2025 nanti. Karnaval Sarendo-Rendo 2025 ini sebuah pesta seni Betawi yang diklaim sebagai salah satu yang terbesar sepanjang penyelenggaraan karnaval budaya di Jakarta.
Mengusung semangat sarendo-rendo—yang berarti “beramai-ramai” dalam bahasa Betawi—karnaval ini menampilkan parade tari topeng sepanjang tiga kilometer, dimulai dari Balai Kota, melewati Sarinah, dan berakhir megah di sisi selatan Monas.
Kepala Unit Pengelola Gedung Pertunjukan Seni Budaya (UP GPSB) Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Rinaldi, mengatakan gelaran ini merupakan komitmen pemerintah provinsi dalam merawat dan memperluas eksposur seni budaya Betawi.
“Kegiatan ini diharapkan dapat melestarikan pertunjukan seni budaya Betawi, serta menegaskan citra Jakarta sebagai pusat kebudayaan yang menghubungkan tradisi lokal dengan ekspresi budaya global,” ujar Rinaldi dalam keterangannya, Kamis, 11 Desember 2025.
200 Penari, Dua Ikon Raksasa
Tahun ini, lebih dari 15 sanggar Betawi dan 200 penari dipastikan mengambil bagian dalam parade. Rinaldi mengatakan, daya tarik utama karnaval adalah kemunculan ondel-ondel raksasa yang menjadi ikon Karnaval Sarendo-Rendo 2025. “Ada dua ikon, yaitu Sarendo Abang dan Sarendo None. Ondel-ondel raksasa ini akan menemani parade dan menjadi simbol ekspresi Jakarta yang ramah dan dinamis,” ujarnya.
Selain topeng Betawi, karnaval juga menampilkan deretan topeng Nusantara dan mancanegara sebagai simbol keberagaman Jakarta.
Kuliner Betawi
Pengunjung juga disuguhi aneka kuliner Betawi dari para pelaku UMKM, mulai dari selendang mayang, kerak telor, toge goreng, laksa Betawi, hingga kue dongkal dan bir pletok. Suasana dibuat lebih hidup dengan hadirnya “pasar malem” yang menghadirkan wahana komedi putar, engrang
Comments 0