Mengintai Diam-Diam, Disbiosis Disebut Biang Sejumlah Penyakit Modern

Indriani Siti Rahmani
Dec 03, 2025

Foto: ist

KOSADATA — Sebelum menempuh pengobatan, memahami akar persoalan kesehatan sering kali menjadi pintu utama menuju pemulihan. Salah satu kondisi yang belakangan mendapat sorotan para ahli adalah disbiosis, ketidakseimbangan mikroba yang hidup di dalam tubuh, terutama di usus, yang diduga menjadi pemicu berbagai penyakit modern.

disbiosis terjadi ketika jumlah mikroba baik menurun, sementara mikroba jahat justru berkembang. Ketimpangan ini dapat mengganggu sistem imun, metabolisme, hingga kesehatan organ secara menyeluruh.

Melansir berbagai sumber medis, disbiosis berkaitan dengan beragam penyakit, mulai dari gangguan pencernaan hingga masalah sistemik. Sejumlah kondisi yang sering dikaitkan dengan disbiosis antara lain:

  • Gangguan pada Sistem Pencernaan
  • Penyakit radang usus (IBD) seperti kolitis ulseratif dan penyakit Crohn.
  • Sindrom iritasi usus besar (IBS), yang memburuk akibat komunitas bakteri usus yang kurang beragam.
  • Infeksi bakteri, termasuk Helicobacter pylori dan Clostridium difficile.
  • SIBO (Small Intestinal Bacterial Overgrowth), yaitu pertumbuhan bakteri berlebih di usus kecil.


    Penyakit Autoimun dan Sistemik

  • Diabetes tipe 1
  • Artritis reumatoid
  • Sklerosis multipel
  • Penyakit jantung dan gagal jantung
  • Penyakit hati


    Kondisi Lain yang Terkait

  • Masalah kulit seperti dermatitis atopik, psoriasis, dan jerawat
  • Kegemukan (obesitas)
  • Sindrom ovarium polikistik (PCOS)
  • Beberapa jenis kanker
  • Gangguan sistem saraf pusat
  • Kesulitan pencernaan


Para ahli menyebut penyebab disbiosis sangat beragam. Pola makan yang tidak seimbang, stres berkepanjangan, faktor genetik, hingga konsumsi antibiotik tanpa pengawasan dapat mengganggu harmoni mikroba dalam tubuh.

Upaya pemulihan umumnya difokuskan pada cara-cara untuk mengembalikan keseimbangan ekosistem pencernaan, seperti meningkatkan asupan serat, mengonsumsi probiotik dan prebiotik, mengelola stres, serta menerapkan gaya hidup yang lebih sehat.

Pada akhirnya, tubuh kerap memberi tanda sebelum benar-benar jatuh


1 2

Related Post

Post a Comment

Comments 0