Presiden ke-6 Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan kuliah umum di kantor Lemhannas, Jakarta Pusat (23/2). Foto: ist.
KOSADATA - Presiden ke-6 Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mewanti-wanti pemeritah untuk mempersiapkan diri menghadapi bahaya potensi perang dunia ketiga yang bisa meledak kapan saja di tengah ketidakpastian global saat ini.
Dalam paparan yang ia sampaikan pada kuliah umum di kantor Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), SBY menegaskan bahwa dinamika politik di kawasan, bisa saja berkembang menjadi konflik yang melibatkan banyak negara.
"Beliau menyebutkan mungkin akan terjadi perang dunia ketiga karena beberapa potensi bagi terjadinya konflik di kawasan itu nyata, sinyalnya sudah sangat kuat," kata Gubernur Lemhannas, Ace Hasan Syadzily saat jumpa pers usai menghadiri kuliah umum yang diberikan SBY pada Senin, 23 Februari 2023.
Ace menerangkan, SBY menyebut beberapa faktor yang dapat memicu pecahnya perang dunia ketiga, yang salah satu ya adalah konflik antarnegara di beberapa wilayah.
Di Asia, kata Ace, konflik antar negara tengah memanas di beberapa daerah, yang diantaranya adalah konflik Laut Cina Selatan (LCS), Semenanjung Korea hingga konflik antara Cina dan Taiwan.
"Tadi disebut juga soal Greenland kemudian di Timur Tengah yang saya kira juga kita bisa menyaksikan konflik Palestina, Israel, Iran dan Amerika Serikat," ujarnya.
Untuk menghindari terseretnya Indonesia kedalam kubangan konflik tersebut, Ace menjelaskan bahwa SBY mendorong agar pemerintah membuka hubungan diplomasi yang kuat dengan negara-negara besar seperti Amerika Serikat, China dan Rusia.
Ia juga menegaskan bahwa penguatan sektor pertahanan nasional menjadi kunci utama agar Indonesia dapat selamat dari krisis perang dunia ketiga.
"Saya kira bapak Presiden Prabowo Subiyanto telah melakukan itu dengan sangat baik dan kami terus mendukung upaya diplomasi,"
Comments 0