Anggota Komisi I DPR RI, Syahrul Aidi Maazat. Foto: ist.
KOSADATA - Anggota Komisi I DPR RI, Syahrul Aidi Maazat menyoroti dinamika konflik antara Amerika Serikat dengan Iran yang terus berlanjut dan berpotensi meluas hingga menjadi konflik kawasan. Menanggapi hal tersebut, ia mengingatkan pentingnya pemerintah dalam menjaga sikap politik luar negeri bebas aktif yang selama ini dijunjung oleh Indonesia.
Ia menuturkan, sebagai negara yang tidak berpihak pada blok kekuatan tertentu, setiap sikap politik luar negeri harus dilandasi oleh penilaian objektif serta kepatuhan terhadap hukum internasional.
“Indonesia adalah negara non-blok dan secara konstitusi kita juga mengutuk penjajahan. Karena itu kita harus melihat konflik ini secara objektif dan berdasarkan prinsip hukum internasional,” kata Syahrul dalam keterangan tertulisnya yang diterima pada Sabtu, 7 Maret 2026 di Jakarta.
Syahrul menjelaskan bahwa serangan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat tidak memiliki legitimasi yang kuat, karena tidak disertai mandat dari lembaga internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Bahkan, bagi masyarakat Amerika sendiri, tindakan yang diambil oleh Presiden Donald Trump menimbulkan pertanyaan besar. Mereka, mempertanyakan untuk kepentingan siapakah serangan tersebut.
"Tidak ada legitimasi dari PBB atau lembaga internasional. Ini yang menjadi pertanyaan besar. Bahkan di Amerika sendiri sudah muncul suara publik yang menilai konflik ini lebih banyak untuk mengamankan kepentingan Israel,” tuturnya.
Dalam konteks perlindungan warga negara Indonesia (WNI), Syahrul memastikan pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri telah memiliki prosedur tetap dalam menghadapi situasi darurat di luar negeri.
Selain itu, Syahrul juga menekankan pentingnya Indonesia untuk mengambil pelajaran strategis dari konflik antara Amerika Serikat dengan Iran dalam memperkuat kemandirian nasional. Menurutnya, ada tiga sektor yang harus dikuasai negara agar memiliki kekuatan nasional yang kokoh.
“Kalau
Comments 0