Anggota Komisi IX DPR RI, Nurhadi. Foto: ist.
KOSADATA - Anggota Komisi IX DPR RI, Nurhadi memperingatkan posisi Indonesia yang disebut berada di peringkat kedua dunia dalam Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak, sebagai peringatan serius bagi sistem kesehatan nasional yang harus segara ditangani.
Menurutnya, percepatan cakupan imunisasi di seluruh daerah menjadi kunci utama dalam mengentaskan kasus melonjaknya masyarakat yang terdampak penyakit Campak.
“Target (cakupan imunisasi) 95 persen bukan sekadar angka administratif, melainkan ambang batas untuk membentuk kekebalan kelompok atau herd immunity. Jika ada daerah yang cakupannya rendah, maka di situlah potensi wabah muncul. Dan yang paling rentan terdampak adalah anak-anak,” kata Nurhadi dalam keterangan tertulis yang diterima pada Senin, 23 Februari 2023 di Jakarta.
Nurhadi menilai, terdapat setidaknya tiga faktor yang menghambat tercapainya target imunisasi Campak nasional. Pertama, Pertama, dampak pandemi Covid-19 yang menyebabkan cakupan imunisasi rutin sempat menurun dan belum sepenuhnya pulih.
Kedua, ketimpangan akses layanan kesehatan di sejumlah wilayah, terutama daerah terpencil dan kepulauan. Ketiga, masih adanya misinformasi yang memengaruhi kepercayaan sebagian masyarakat terhadap imunisasi.
Melihat kondisi tersebut, Nurhadi menegaskan bahwa perlindungan kesehatan anak harus menjadi prioritas utama negara. Ia menyatakan DPR akan mendorong Kementerian Kesehatan untuk melakukan percepatan imunisasi kejar secara nasional, memperkuat sistem surveilans, serta memastikan respons cepat terhadap setiap potensi KLB.
“Kami juga akan memastikan distribusi vaksin dan tenaga kesehatan benar-benar merata hingga ke daerah. Target 95 persen harus tercapai bukan hanya secara nasional, tetapi merata di setiap kabupaten dan kota,” ujarnya.
Nurhadi menekankan bahwa persoalan ini bukan semata soal peringkat global, melainkan soal komitmen negara
Comments 0