KOSADATA - Pengamat Kebijakan Publik, Amir Hamzah mengendus adanya upaya campur tangan asing dalam penyelenggaraan kongres Majelis Amanah Persatuan Kaum Betawi yang akan digelar 9-10 Juni 2023 nanti.
Pasalnya, pembentukan Majelis Amanah Persatuan Kaum Betawi ini melibatkan peran Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono dan Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi.
"Kita juga mesti hati-hati jangan sampai pembentukan Majelis Amanah Persatuan Kaum Betawi ini direcoki tangan-tangan luar seperti zaman Fauzi Bowo (Foke) saat akan maju lagi sebagai Gubernur DKI Jakarta, pada 2012 lalu," ujar Amir Hamzah saat berbincang, Selasa (6/6/2023).
Menurutnya, Jakarta menjadi tempat banyak kedutaan besar (Kedubes) negara-negara sahabat. Kedubes ini, tegasnya, menjadi wilayah teritorial negara terkait yang tidak serta merta mudah untuk pindah ke Kalimantan Timur yang akan menjadi Ibu Kota Negara (IKN) baru.
"Di Jakarta ini banyak kantor Kedubes dari berbagai negara. Pemerintah Indonesia punya kewenangan apa untuk memindahkan Kedubes itu ke Kaltim. Karena itu wilayah teritorial mereka. Kedubes-Kedubes ini mungkin tidak mau pindah," katanya.
Amir mencontohkan saat Pemilihan Gubernur DKI Jakarta pada 2012 lalu, Fauzi Bowo yang saat ini menjadi petahana harus kalah karena ada campur tangan asing. Hal ini dikonfirmasi langsung Amir Hamzah dari Fauzi Bowo langsung saat menemui Eks Pandawa Lima yang menjadi tim Fauzi Bowo kala itu.
"Kalau dulu, kekalahan Foke itu ada tangan luar, yakni diplomat dan agen spionase asing. Tapi waktu bang Foke jadi Dubes di Jerman, yang melakukan itu menceritakan langsung ke bang Foke," katanya.
Sebelumnya, Majelis Amanah Persatuan Kaum Betawi akan menggelar kongres pertama
Comments 0