KOSADATA - Hari Raya Idul adha atau yang biasa dikenal sebagai hari raya Kurban segera tiba.
Bagi umat muslim momen Kurban menjadi kesempatan emas untuk mendapat pahala dan saling berbagi.Â
Karena dengan Berkurban salah satu cara beribadah dan bentuk syukur atas rezeki yang didapat.
Ketua Baitul Muslimin DKI Jakarta Haji Rasyidi menjelaskan, dalam banyak riwayat Nabi SAW senantiasa melakukan ibadah Kurban setiap bulan Dzulhijjah.Â
Menurutnya, perintah Berkurban ini juga diabadikan oleh Allah Ta`ala dalam Al-Qur`an pada Surah Al-Kautsar: 2.
ÙÙŽØµÙŽÙ„Ù‘Ù Ù„ÙØ±ÙŽØ¨Ù‘ÙÙƒÙŽ وَانْØÙŽØ±Ù’Û—
"Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah,"Â
Pak Haji biasa disapa melanjutkan, ibadah Kurban hukumnya adalah sunnah muakkadah, yaitu ibadah yang sangat dianjurkan sekali (kuat).
"Nabi Muhammad shallallahu `alaihi wasallam tidak pernah meninggalkan ibadah Kurban sejak disyariatkannya sampai beliau wafat. Ketentuan Kurban sebagai sunnah muakkadah dikukuhkan oleh Imam Malik dan Imam al-Syafi`i," terang pak haji..Â
"Sedangkan Imam Abu Hanifah memiliki pendapat bahwa ibadah Kurban bagi masyarakat yang mampu dan tidak dalam keadaan safar (bepergian), hukumnya adalah wajib. (Ibnu Rusyd al-Hafid: tth: 1/314)," imbuhnya.Â
Anggota DPRD DKI fraksi PDIP ini melanjutkan, Berkurban memiliki banyak keistimewaan yang akan didapat.Â
"Berkurban sejatinya adalah media untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan Berkurban, merupakan suatu bentuk kepatuhan dan ketaatan makhluk kepada sang pencipta," jelasnya.Â
Wakil ketua komisi C ini juga menjelaskan, bahwa Berkurban menjadi media kita untuk meraih ketakwaan dan ibadah Kurban ini bukanlah persembahan daging dan darahnya, melainkan untuk mendapatkan ketakwaan.Â
 لَنْ يَّنَالَ اللّٰهَ Ù„ÙØÙوْمÙهَا وَلَا دÙمَاۤؤÙهَا وَلٰكÙنْ يَّنَالÙه٠التَّقْوٰى Ù…ÙنْكÙمْۗ كَذٰلÙÙƒÙŽ سَخَّرَهَا Ù„ÙŽÙƒÙمْ Ù„ÙØªÙÙƒÙŽØ¨Ù‘ÙØ±Ùوا اللّٰهَ عَلٰى
Comments 0