Foto: ist
KOSADATA — Fenomena jatuhnya sampah antariksa kembali menyita perhatian. Dosen Fisika Universitas Gadjah Mada, Dr. Dwi Satya Palupi, mengingatkan pemerintah agar tidak lagi menganggap remeh ancaman benda asing dari luar angkasa yang masuk ke wilayah Indonesia.
“Perlu ada tim khusus yang memantau sampah-sampah dari luar angkasa yang mungkin akan jatuh di Indonesia,” ujar Dwi, seperti dilansir laman resmi UGM, Kamis, 9 April 2026.
Peringatan itu bukan tanpa alasan. Kasus terbaru, benda diduga sampah antariksa terlihat melintas di langit Lampung dan Banten. Fenomena tersebut sempat menghebohkan warga karena objek tampak berpijar dan pecah menjadi beberapa bagian di udara.
Menurut Dwi, kejadian semacam ini sebenarnya bisa diprediksi lebih awal. Ia menyebut sudah ada teknologi berupa aplikasi pemantau benda antariksa yang mampu mendeteksi potensi jatuhnya debris ke bumi.
“Kalau aplikasi itu belum ada, mestinya Indonesia mulai membuatnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sampah antariksa yang memasuki atmosfer bumi dengan kecepatan tinggi akan tampak menyala, menyerupai meteor atau bintang jatuh. Tak heran jika masyarakat awam kerap keliru mengidentifikasinya.
“Sekilas memang mirip, tapi sebenarnya bisa dibedakan,” paparnya.
Namun, di balik keindahan sesaat itu, tersimpan potensi bahaya serius. Dwi mengingatkan, jika sampah antariksa jatuh ke wilayah padat penduduk, risikonya bisa fatal.
“Kalau jatuh ke rumah penduduk tentu sangat membahayakan,” tegasnya.
Dalam kasus terbaru, Dwi menyebut Indonesia masih beruntung karena objek tersebut jatuh ke laut. Meski begitu, ancaman terhadap ekosistem laut tetap tidak bisa diabaikan.
“Bisa membahayakan makhluk hidup di laut,” katanya.
Dwi menilai, meningkatnya jumlah sampah antariksa global akan memperbesar risiko kejadian serupa di masa depan. Tanpa pengendalian yang serius, ancaman bisa
Comments 0