Buya Hamka memuji “Pembela Islam”, karena memuat artikel-artikel yang ditulis pemimpin-pemimpin Islam kawakan, seperti Muhammad Sabirin dari Partai Sarekat Islam, Haji Agus Salim, Ali Harharah dari al-Irsyad, A. Hassan, Mohammad Natsir, dan Isa Anshari.
Muatan artikel yang ada dalam Majalah tersebut umumnya menyangkut masalah hukum, fikih, sosial, politik, kebangsaan, Islam dan Kristen, serta masalah-masalah lainnya. Bahkan, secara khusus “Pembela Islam” memuat rubrik yang bernama soeal jawab yang diasuh Ahmad Hassan.
Majalah yang semula terbit bulanan kemudian jadi dua pekan sekali itu tutup pada 1935 lantaran diberedel pemerintah kolonial Belanda. Namun, upaya Persatuan Islam dalam melakukan dakwah melalui media bukan hanya itu.
Selain Pembela Islam yang merupakan Majalah pertama yang diterbitkan Persatuan Islam, ada juga risalah dan Majalah lainnya, seperti al-Fatawa (1933 s.d. 1935), Soal Jawab (1931 s.d. 1940), al-Lisan (1935 s.d. 1942), at-Taqwa (1937 s.d. 1941), Lasykar Islam (1937), dan alHikam (1939). ***
Comments 0