Dampak Konflik Iran, Ekonomi Nasional Makin Terseok-Seok

Restu Hanif
Mar 16, 2026

Foto: ist.

Oleh: Anthony Budiawan

Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS)

 

Konflik Iran semakin sengit. Usulan gencatan senjata tidak digubris. Semakin lama konflik berlangsung, semakin parah dampak terhadap perekonomian dunia, juga Indonesia. Harga energi dan inflasi melonjak. Logistik perdagangan internasional dan pasokan bahan baku terganggu. Bagi Indonesia, dampak konflik tersebut cenderung sangat buruk. Pasalnya, kondisi ekonomi Indonesia saat ini cukup rapuh.

Indonesia secara konsisten telah mengalami deindustrialisasi dini setidaknya dalam satu dekade terakhir. Sektor manufaktur mengalami kemunduran struktural yang serius. Kontribusi sektor manufaktur terhadap PDB mengalami kontraksi dari sekitar 30% pada awal tahun 2000-an menjadi hanya sekitar 19% saat ini.

Dampak deindustrialisasi dini cukup serius. Produktivitas ekonomi dalam satu dekade turun. Kondisi ini berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat, terutama kelompok berpendapatan rendah. Pendapatan riil masyarakat mengalami tekanan, pengentasan kemiskinan berjalan jauh lebih lambat dari yang diharapkan.

Dengan menggunakan standar garis kemiskinan internasional untuk negara berpendapatan menengah atas, tingkat kemiskinan Indonesia hanya turun sekitar tiga poin persentase dalam sepuluh tahun terakhir, dari sekitar 71% menjadi sekitar 68%. Tingkat kemiskinan ini jauh lebih tinggi dibandingkan Vietnam -- mencapai lebih dari tiga kali lipat. Penyusutan sektor manufaktur turut memperlemah neraca internasional. Neraca transaksi berjalan Indonesia mengalami defisit yang bersifat kronis. Kondisi ini membuat fundamental nilai tukar rupiah menjadi rapuh dan terdepresiasi.

Kemudian, kondisi fiskal Indonesia juga semakin memburuk. Fiskal Indonesia saat ini dalam posisi yang cukup rapuh -- masuk kategori krisis. Defisit APBN 2026 ditetapkan 2,68% dari PDB, mendekati batas maksimum yang dibolehkan oleh undang-undang sebesar 3%. Sebagai konsekuensi, dengan defisit sebesar ini praktis tidak


1 2 3 4

Related Post

Post a Comment

Comments 0