Jamaah haji asal Indonesia tiba di Arab Saudi. Foto: ist
KOSADATA — Pengamat Haji dan Umrah dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Dadi Darmadi, menyatakan biaya total penyelenggaraan ibadah haji bagi jemaah Indonesia sebenarnya lebih murah ketimbang Malaysia.
Namun, nominal yang harus dibayarkan langsung oleh jemaah asal Indonesia justru lebih tinggi.
“Biaya total haji Indonesia Rp89,4 juta, sedangkan Malaysia sekitar Rp98 juta,” ujar Dadi saat dihubungi wartawan, Kamis, 8 Mei 2025.
Meski demikian, kata dia, jemaah Indonesia membayar Rp55,4 juta, lebih mahal dari Malaysia yang berkisar Rp38-45 juta.
Dadi menjelaskan, perbedaan itu disebabkan oleh sejumlah faktor. Salah satunya durasi pelaksanaan haji.
“Kita 40 hari di Saudi, Malaysia 30-35 hari. Tambahan hari ekstra ini menambah biaya hotel dan konsumsi,” katanya.
Faktor lain yang mempengaruhi, menurut Dadi, adalah skema bantuan pemerintah masing-masing negara.
Malaysia memberikan subsidi besar melalui Tabung Haji, sedangkan Indonesia hanya menanggung sekitar 38 persen dari total biaya haji yang dikelola oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). “Jadi, beban jemaah kita lebih berat,” ucapnya.
Dadi menilai, ada sejumlah langkah yang dapat dilakukan pemerintah untuk menekan biaya haji tanpa mengorbankan kualitas layanan. Salah satunya dengan memangkas durasi tinggal jemaah di Arab Saudi.
“Kalau dipangkas, potensi efisiensinya bisa Rp150-250 miliar,” kata dia.
Ia juga mengusulkan pemerintah membangun penginapan sendiri di Mekah dan Madinah, seperti konsep “Kampung Indonesia”.
Meski membutuhkan investasi besar di awal, Dadi menyebut, dalam jangka panjang langkah itu akan menghemat biaya sewa hotel yang tiap tahun membengkak.
Namun, Dadi mengingatkan, upaya menurunkan biaya haji harus dilakukan hati-hati. Pengurangan biaya tanpa perencanaan matang dikhawatirkan berdampak terhadap layanan kepada jemaah.
“Harus ada strategi jangka panjang, mulai dari
Comments 0