Foto: dok. Bank Jakarta
KOSADATA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai memacu langkah korporasi Bank Jakarta untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menargetkan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) Bank Jakarta dapat terealisasi pada 2027 sebagai bagian dari transformasi tata kelola dan profesionalisme bank daerah tersebut.
Pramono mengatakan, Pemprov DKI Jakarta saat ini tengah berkoordinasi secara intensif dengan Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) guna mempercepat proses persiapan IPO. Ia juga meminta jajaran direksi dan komisaris Bank Jakarta segera menyiapkan seluruh kebutuhan korporasi menjelang aksi pasar modal tersebut.
“Bank Jakarta juga mempersiapkan diri untuk bisa segera IPO karena dengan IPO saya meyakini dengan diawasi oleh publik, maka Bank Jakarta akan menjadi semakin baik,” ujar Pramono dalam keterangannya, Rabu, 7 Januari 2025.
Menurut Pramono, pencatatan saham Bank Jakarta di BEI tidak hanya bertujuan meningkatkan kepercayaan publik, tetapi juga mendorong pengelolaan perusahaan yang lebih transparan dan profesional. Ia menekankan pentingnya Bank Jakarta memperluas akses dan kualitas layanan bagi masyarakat Jakarta.
“Karena seperti kita ketahui, Bank Jakarta ini sekarang ini kepemilikannya sepenuhnya oleh Pemerintah DKI Jakarta. Sebagai Gubernur Jakarta, saya menaruh harapan untuk ini dikelola secara profesional dan memberikan keuntungan sebesar-besarnya bagi siapa pun yang memanfaatkan Bank Jakarta,” kata Pramono.
Sementara itu, Direktur Utama Bank Jakarta Agus Haryoto Widodo menyatakan, perseroan saat ini masih memfokuskan diri pada penguatan fundamental perusahaan sebagai prasyarat menuju IPO. Menurut Agus, sejumlah langkah pembenahan internal telah dilakukan.
“Jadi fundamental sekarang sudah kita perbaiki,
Comments 0