Sejumlah musisi menggelar konser amal heal sumatra. Foto: dok. Kemenekraf
KOSADATA - Nada-nada lembut menjelma doa ketika lebih dari 100 musisi Indonesia berkumpul di T-Space, Bintaro, Minggu, 7 Desember 2025. Di panggung yang disulap menjadi ruang solidaritas, mereka mengalunkan konser amal bertajuk “100 Musisi Heal Sumatra” untuk membantu pemulihan korban banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Di antara kerlip lampu dan deru tepuk tangan, Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, berdiri menyampaikan pesan sederhana namun sarat empati.
“Minggu ini kita berkumpul sebagai wujud empati bersama 100 musisi Indonesia yang ingin membantu saudara-saudara kita di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat… Semoga ini bisa terus dilakukan secara berkelanjutan,” ujar Teuku Riefky dalam keterangannya, Senin, 8 Desember 2025.
Konser yang diprakarsai musisi Tompi, jurnalis dan aktivis sosial Irma Hutabarat, serta pengacara Kodri Mohammad itu lahir dari kegelisahan bersama—bahwa empati tak boleh berhenti di kata-kata.
Mereka menggandeng Ekraf, Kementerian Kebudayaan, BP BUMN, ILUNI UI, dan sejumlah mitra strategis untuk mengubah kepedulian menjadi gerakan nyata.
Deretan musisi lintas generasi mengisi malam itu: Vina Panduwinata, Judika, Nyoman Paul, Rio Febrian, Sandy Sandoro, Marcello Tahitoe, Netta KD, hingga talenta muda lainnya. Dari balada syahdu hingga pop penuh energi, setiap lagu seolah menjadi pelukan bagi penyintas bencana.
Irma Hutabarat, dengan suara bergetar, menyerukan kembali arti gotong royong.
“Setiap air mata yang diteteskan karena kita merasakan duka saudara-saudara kita… Semoga kebaikan hati kalian mendapatkan balasan yang setimpal,” tuturnya.
Lebih dari konser, “100 Musisi Heal Sumatra” menjadi ruang bersama—tempat orang-orang menyatukan kepedulian, menyebarkan dukungan moral, dan menyalakan harapan baru bagi ribuan warga yang rumah dan hidupnya tersapu banjir.
Gerakan solidaritas ini
Comments 0