Jembatan Buka-Tutup Ala Belanda, DPRD DKI Angkat Topi untuk Ide Rano Karno

Ida Farida
Aug 13, 2025

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike. Foto: dok. DPRD DKI Jakarta

KOSADATA – Gagasan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno membangun jembatan dengan sistem buka-tutup di atas sungai mendapat sambutan hangat dari Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike

Konsep tersebut dinilai bisa menjadi solusi mengatasi kendala pengerukan sungai yang selama ini tersendat karena akses terbatas.

“Kalau ideal, sebetulnya kita tidak berbeda jauh dengan Belanda. Jakarta juga punya banyak aliran sungai di tengah kota,” ujar Yuke dilansir laman resmi DPRD DKI Jakarta, Rabu, 13 Agustus 2025.

Menurutnya, masalah terbesar pengerukan sungai di ibu kota adalah sulitnya alat berat masuk ke lokasi karena terhalang jembatan permanen. Pengerjaan manual pun berisiko tinggi bagi petugas. 

“Banyak lokasi yang sudah tidak mungkin dibersihkan secara manual. Itu membahayakan pekerja,” kata politikus PDI Perjuangan tersebut.

Sistem jembatan buka-tutup, lanjut Yuke, dapat menjadi terobosan di titik strategis yang memungkinkan. Namun, ia menekankan perlunya kajian mendalam terkait lokasi, ukuran, fungsi, hingga pembiayaan. 

“Kalau memang memungkinkan dan alat bisa masuk, tentu kita dukung,” tegasnya.

Rano Karno sebelumnya melontarkan ide ini lantaran menemui hambatan teknis saat normalisasi sungai. Ia menilai keberadaan jembatan permanen membuat ekskavator dan peralatan besar sulit menjangkau area pengerukan.

“Saya minta dibuatkan jembatan buka-tutup. Kendala teknis ada di situ,” tutur Rano di Balai Kota DKI, Senin, 11 Agustus 2025.

Dengan sistem ini, jembatan bisa dibuka ketika alat berat perlu masuk, lalu ditutup kembali untuk dilalui kendaraan atau pejalan kaki. Model serupa telah lama digunakan di Belanda yang memiliki jaringan kanal dan sungai di tengah kota.

Meski Jakarta belum memanfaatkan sungai sebagai jalur transportasi seperti di Eropa, Rano optimistis inovasi ini dapat

Related Post

Post a Comment

Comments 0